“Hoooaaammhhh…” Aku meregangkan
badan sambil menoleh ke arah sekeliling. Aku tersentak melihat seisi pesawat
telah kosong dan tidak ada satu nyawa pun disitu. “Cuma gue??!!! Ini manusia
yang lain pada kemana??!!” aku teriak sejadi-jadinya.
“Mbak, maaf yang lain belum lama turun, kita sedang
transit di Doha Airport selama 3 jam.” Pramugari itu memberitahukan dengan
ramah.
“Oh iya iya, aduuh maaf ya mbak.” Aku segera beranjak
turun dari tempat duduk dan berjalan keluar dari perut pesawat yang sudah
setengah jalan membawaku terbang menuju kota impian. Seketika mataku takjub
melihat bandara sebesar dan sebagus ini, dengan kualitas dan cita rasa seni
arsitekstur yang sangat berkelas. Sambil berjalan pelan aku mencari-cari toilet
yang ada di