Saturday, January 4, 2014

Dear, Juliet! (Part II)

Posted by Unknown at 5:50 PM 0 comments
         “Jadi Lo dapet beasiswa apa di Verona?” sambil berjalan menyusuri kota Verona, melihat-lihat rumah dan bangunan-bangunan lain yang begitu klasik dan tua. Wayne mencoba membuka percakapan diantara kami.

          “Seni, di Accademia di Belle Arti Gian Bettino Cignaroli” Jawabku menatap lurus ke arah matanya.

          “Mau jadi pelukis?”

        “Pemusik sih, tapi waktu itu ujian piano untuk sertifikat internasional nya gak lulus.” Aku menunduk malu.

        “Mungkin emang bukan rejeki Lo.” Tanpa ragu Wayne menepuk-nepuk pundakku, seolah kami seperti sudah berteman lama. Aku yang selalu diam-diam memperhatikan Wayne seperti ada yang janggal disana. Aku memang seperti pernah melihatnya. Tapi, dimana? Wajah nya sangat tidak asing lagi bagiku. Pikiranku terus mengulang pertanyaan yang sama.

Dear, Juliet! (Part I)

Posted by Unknown at 12:05 PM 0 comments
           “Siamo arrivati ​​ai Giardini Lombroso, Postazione 17.” Seorang supir taksi itu berbicara dalam bahasa Itali.

“Quanto devo pagare?” Wayne berbicara dalam bahasa Itali sangat fasih dengan supir taksi saat hendak turun. Aku yang benar-benar tidak paham dengan bahasa yang sedang mereka gunakan hanya bisa menganga tercengang.

“Cinque Euro.” Tidak lama setelah itu Wayne mengeluarkan uang satu lembar sebesar € 10, yang lalu supir taksi itu memberikan kembalian sebesar € 5. Dari situ aku baru mengerti percakapan mereka tidak lain hanyalah percakapan soal ongkos taksi. Kami pun turun tepat di depan sebuah gang yang jalan nya lumayan besar.

 

precarioustory Template edited By @yahsya54 | Suported By masblo[dot]net