Sunday, August 10, 2014

He Is Mr. A (Part III)

Posted by Unknown at 1:06 PM 0 comments
                                              (RAMOTHY TRISNA WIJAYA)

          “Diary Nada…” Aku mengeluarkan sebuah buku diary kecil yang ku ambil dari meja telepon di dekat tempat tidur Nada. Dari awal Aku selalu penasaran dengan isi yang ada di dalamnya. “Maafin aku Nad, aku udah diem-diem nyuri diary kamu. Aku janji aku bakal balikin ini secepatnya.” Sambil berbicara pada sebuah benda mati yang berisi rahasia hati Nada, Aku duduk di sebuah cafĂ© sambil menikmati segelas Cappucino hangat.

Ku buka perlahan, melewati halaman demi halaman yang akan ku baca terlebih dahulu. Aku penasaran, seperti apakah Agung yang sudah mampu mematikan hati Nada tanpa bisa menerima Aku yang sudah bersusah payah menjaganya selama disini. Segera saja mataku di buat terpaku pada sebuah judul tulisan dalam buku itu “TTM” bukan ‘Teman Tapi Mesra’ melainkan ‘Text To Memories’ segera saja ku buka ke lembar selanjutnya.
           

He Is Mr. A (Part II)

Posted by Unknown at 12:31 PM 0 comments
         “Apa kabar Jelek? Hehe… aku nekad ya bisa sampe sini cuma buat nemuin makhluk aneh dari planet Zeta Reticuli, hahaha planet yang kita ciptain sendiri.” Ucap lelaki berparas tampan itu sambil menyapu rambutku dengan tangannya. “I miss you.” Lanjutnya.

         “Aku baik Bo… aku masih gak percaya kamu disini.” Aku menghela nafas panjang. “Kamu gila, iya aku akuin kamu emang gila. Tapi ini… Italy jauh dan kamu bisa sampe sini cuma untuk bilang ‘I miss you’?” Aku berbicara panjang lebar pada laki-laki yang biasa ku panggil dengan sebutan Bobo.

         “Nad… let me tell you something.” Agung jeda bicara sejenak untuk mengambil nafas. “Tiga bulan yang lalu, aku ke sekolah kamu dulu. Dan aku denger gosip dari beberapa guru kalo salah satu murid yang bernama Almira Shaki Nada ini melanjutkan studi nya di negara orang.” Suaranya begitu menenangkanku saat bicara. “Awalnya aku gak yakin, karna yang aku yakin Lendir ku ini pasti pamit kalo pergi jauh… akhirnya, aku memutuskan untuk dateng ke rumah kamu. Berharap kalo gosip itu gak bener, dan kalau pun bener setidaknya kamu ada waktu untuk pamit sama aku kan?” sambil berjalan menyusuri kota malam Venice, Agung membawa kami kepada sebuah gerobak Ice Cream pinggir jalan, dan memesannya. Lalu, Ia membawaku ke tepi sungai Venice, memberikan sebelah tangan kirinya untuk ku genggam dan mengarahkan ku kepada sebuah perahu kecil yang biasa orang sebut dengan ‘Gondola’. “Sama seperti impian kamu 2 tahun lalu kan? Berada diatas sungai dengan sinar rembulan yang cahanya mengalahkan segala cahaya di alam ini.” Saat Agung yang terus bicara, Aku masih belum bisa percaya dengan apa yang Ia lakukan disini, saat ini bersamaku. Ray kamu dimana??? Batinku berteriak memanggil Ray. “Nad…”

Sunday, August 3, 2014

He Is Mr. A (Part I)

Posted by Unknown at 4:00 AM 0 comments
            Jakarta,

Mata itu beserta tatapannya, akan menjadi tatapan favoritku.
Yang akan menjadi tatapan kedamaian batinku.
Inginku terbang mengarungi samudera, mengelilingi bumi Tuhan.
Bersama mu, hanya dengan mu Aku akan terbang, A…

-Nada-
           
            “Ray…?”

Cinta Selalu Pulang (Part II)

Posted by Unknown at 12:15 AM 0 comments
        Setelah berjalan menyusuri kota Venice yang indah dengan udaranya yang begitu sejuk, kami pun memasuki sebuah butik gaun yang cukup ternama di kota pasta ini.

         “Ray, kamu yakin kita cari gaun disini?” Aku meragukan langkahku untuk masuk ke dalam butik. Sementara Ray hanya mengangguk pelan seraya tersenyum menatapku.

          “Ayo Nad…” Tubuhku seolah lemah tak berdaya, hanya mengikuti arus air kemana Ia pergi. Aku memperhatikan ke sekeliling butik, dimana begitu banyak gaun-gaun mewah di gantungkan. Lalu mataku terpaku pada sebuah gaun pengantin berwarna putih dengan lapisan kain semi transparan berwarna gold diluarnya, terlihat gaun ini begitu mewah dan cantik, dengan sedikit kilauan pernak-pernik di bagian kerah berbentuk ‘V’ serta di beberapa bagian lainnya. Ku sentuh gaun itu dengan ke empat ujung jariku perlahan dari atas ke bawah. “Nad?” Aku tiba-tiba tersentak mendengar suara Ray yang menyapaku pelan.

 

precarioustory Template edited By @yahsya54 | Suported By masblo[dot]net