(RAMOTHY TRISNA WIJAYA)
“Diary Nada…” Aku mengeluarkan
sebuah buku diary kecil yang ku ambil dari meja telepon di dekat tempat tidur
Nada. Dari awal Aku selalu penasaran dengan isi yang ada di dalamnya. “Maafin
aku Nad, aku udah diem-diem nyuri diary kamu. Aku janji aku bakal balikin ini
secepatnya.” Sambil berbicara pada sebuah benda mati yang berisi rahasia hati
Nada, Aku duduk di sebuah café sambil menikmati segelas Cappucino hangat.
Ku buka
perlahan, melewati halaman demi halaman yang akan ku baca terlebih dahulu. Aku
penasaran, seperti apakah Agung yang sudah mampu mematikan hati Nada tanpa bisa
menerima Aku yang sudah bersusah payah menjaganya selama disini. Segera saja
mataku di buat terpaku pada sebuah judul tulisan dalam buku itu “TTM” bukan
‘Teman Tapi Mesra’ melainkan ‘Text To Memories’ segera saja ku buka ke lembar
selanjutnya.